Panduan Hindari Virus Corona waktu Traveling ke Luar Negeri

Beberapa berita tentang pandemi virus Corona dari Wuhan, China memang menggelisahkan penjuru dunia. Masyarakat Indonesia juga butuh siaga pada penebaran virus yang satu ini.

Lantas bagaimana dengan beberapa orang yang terlanjur berencana traveling ke luar negeri jauh hari? Haruskah gagasan melancong diurungkan?


Tak perlu semacam itu, kok. Menurut Prof, Ari Fahrial Syam, akademisi serta pegiat klinis, di bawah ini beberapa panduan yang dapat diaplikasikan untuk menghindarkan terjangkitnya virus corona waktu melancong ke luar negeri.

Menurut Prof, Ari Fahrial Syam, sebetulnya penebaran virus pun tidak gampang terkecuali kita kontak langsung dengan pasien. Hanya permasalahannya memang infeksi virus baru ini sama dengan infeksi paru lain.

Virus corona sendiri sama dengan virus corona tipe lain, dapat membuat tanda-tanda infeksi aliran pernafasan. Gejalanya diantaranya batuk serta sesak napas. Bila infeksi virus ini telah sampai paru-paru, bisa berlangsung tidak berhasil napas.

"Pada umumnya virus corona sendiri biasanya disebarkan lewat batuk serta bersin," katanya waktu dihubungi Fimela.com.

Oleh karena itu pada masalah yang diduga dikerjakan usaha isolasi. "Pasien dengan infeksi virus corona ini hadir dengan demam tinggi, batuk serta sesak napas. Hingga susah memperbedakan dengan infeksi paru lain," imbuhnya.

Di bawah ini beberapa panduan untuk jauhi virus corona waktu traveling ke luar negeri.

"Harus dinyatakan jika kita tetap konsumsi minuman dan makanan yang higienis. Diupayakan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi fresh. Menghindarkan minuman dan makanan yang manis, gorengan, serta minuman dingin yang dapat merangsang iritasi tenggorokan," katanya.

Sepanjang ada di negara lain, khususnya bila sedang ada di kerumunan, seharusnya tetap memakai masker. Masker N95 benar-benar disarankan, karenanya untuk orang sehat serta mempunyai tujuan menahan terhirupnya virus serta partikel halus.

Rajin-rajinlah bersihkan tangan dengan sabun atau antiseptik cair, baik sebelum dan setelah makan atau sesudah kontak dengan suatu hal yang disentuh oleh orang lain.

Upayakan Anda masih memperoleh waktu yang cukup untuk istirahat. Minimum 6 jam dalam 24 jam sepanjang ada di negara arah.

Tutuplah mulut serta hidung waktu batuk atau bersin. Bila demam serta batuk, cepatlah cari pertolongan pada dokter.

Post a Comment

0 Comments